Jambinow.id - DPRD Muaro Jambi, Ulil, menyoroti serius buruknya kondisi pengelolaan PDAM yang dinilai menyebabkan kebocoran pendapatan hingga ratusan juta rupiah setiap bulan.
Ulil mengungkapkan, ada potensi pendapatan sekitar Rp300 juta per bulan yang hilang akibat masalah mendasar yang tak kunjung dibenahi. Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.“Artinya ada potensi Rp300 juta per bulan yang hilang. Ini harus segera dibenahi. Percuma bicara pengembangan kalau masalah dasar belum selesai,” tegas Ulil.
Ia juga mengkritik subsidi Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi sebesar Rp1 miliar per tahun untuk PDAM yang dinilai tidak realistis. Pasalnya, biaya listrik operasional PDAM saja disebut mencapai sekitar Rp1,2 miliar per tahun.
“Subsidi Rp1 miliar itu bahkan belum cukup untuk menutup biaya listrik. Ini menunjukkan masalah struktural yang serius,” ujarnya.
Ulil menekankan bahwa fokus pembenahan tidak boleh setengah-setengah. Menurutnya, pemerintah daerah dan manajemen PDAM harus memprioritaskan perbaikan pada sektor paling krusial.
“Fokus kita sekarang jelas: benahi intake, listrik, dan distribusi. Kalau infrastruktur kuat, pelayanan membaik, pendapatan naik, dan PDAM bisa sehat,” pungkasnya.
Ia mengingatkan, tanpa pembenahan menyeluruh pada fondasi operasional, PDAM Muaro Jambi akan terus bergantung pada subsidi dan sulit berkembang secara mandiri.(**)
