Jambinow.id - Sejumlah warga Desa Ture, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, menyuarakan keluhan terkait aturan sempadan Sungai Batanghari River yang dinilai menghambat masyarakat memperoleh bantuan program rumah layak huni. Warga menilai penerapan aturan tersebut belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan bantaran sungai.
Salah seorang warga Desa Ture Herman mengungkapkan bahwa banyak rumah masyarakat sebenarnya masuk kategori tidak layak huni dan layak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Namun, karena berada dalam kawasan yang masuk ketentuan sempadan sungai, rumah-rumah tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi penerima bantuan.
“Aturan sempadan sungai ini terasa tidak adil bagi kami. Rumah kami memang membutuhkan bantuan, tetapi karena aturan tersebut, kami tidak bisa mendapatkannya. Padahal kondisi rumah kami benar-benar memprihatinkan,” ujar Herman.
Berdasarkan keterangan masyarakat, sekitar 70 persen rumah warga di wilayah bantaran Sungai Batanghari di Desa Ture berada pada jarak sekitar 5 hingga 100 meter dari bibir sungai. Sebagian besar rumah tersebut dinilai membutuhkan perhatian pemerintah, terutama dalam program bantuan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah desa juga berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih adil bagi masyarakat bantaran sungai, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan ketentuan tata ruang.
Selain persoalan bantuan rumah, warga juga menyoroti ancaman abrasi tebing sungai yang terjadi hampir setiap tahun. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan masyarakat yang rumahnya berada sangat dekat dengan aliran sungai.
Kepala Desa Ture Usman,S.H berharap Pemerintah Kabupaten Batanghari Regency, Pemerintah Provinsi Jambi, hingga Pemerintah Pusat dapat segera mengambil langkah nyata untuk menangani pengikisan tebing sungai melalui pembangunan turap atau penguatan tebing.
“Jangan sampai pemerintah hanya menunggu hingga rumah warga yang berjarak 5 sampai 10 meter dari sungai benar-benar hanyut atau masuk ke sungai. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar wacana,” ungkap perwakilan masyarakat.
Warga bantaran Sungai Batanghari di Desa Ture berharap aspirasi mereka dapat didengar oleh pemerintah dan para wakil rakyat, agar persoalan hunian layak dan ancaman abrasi sungai dapat segera mendapat solusi yang konkret dan berkeadilan. (**)
