Iklan

terkini

Kepala Desa Ture Tekankan Pentingnya Konvergensi Multi-Pihak dalam Penanganan Stunting demi Generasi Emas

Kamis, 02 Juli 2026, Juli 02, 2026 WIB Last Updated 2026-07-02T05:16:53Z



Jambinow.id – Pemerintah Desa Ture menegaskan komitmennya untuk terus mempertahankan status desa bebas stunting melalui pendekatan strategi konvergensi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Ture dalam sambutannya pada acara Rembuk Stunting yang digelar baru-baru ini.

Kepala Desa Ture, Usman,S.H, menekankan bahwa isu stunting tidak dapat dipandang semata-mata sebagai masalah kesehatan, melainkan merupakan persoalan strategis yang menyangkut keberlangsungan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, penanganan dan pencegahannya memerlukan sinergi kuat dari berbagai pihak.

"Persoalan stunting bukan cuma persoalan kesehatan tetapi menyangkut generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, penanganan dan pencegahannya butuh kerja sama semua pihak dan komitmen kita melalui strategi konvergensi," ujar Kepala Desa Ture di hadapan peserta rembuk.

Dalam paparannya, Kepala Desa menjelaskan bahwa strategi konvergensi ini mencakup koordinasi intensif mulai dari tingkat pemerintahan desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga peran vital keluarga dan masyarakat luas. Tanpa keterlibatan aktif dari lapisan masyarakat terkecil, yakni keluarga, upaya pencegahan stunting dinilai kurang optimal.

Pemerintah Desa Ture menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program intervensi gizi dan kesehatan yang ditujukan untuk menekan angka prevalensi stunting. Target utamanya adalah memastikan setiap anak yang lahir dan tumbuh di wilayah Desa Ture memiliki kondisi fisik yang sehat, kecerdasan yang optimal, serta kualitas hidup yang baik.

"Melalui rembuk stunting ini, semoga kita dapat mencapai kesepakatan yang nyata sehingga Desa Ture tetap menjadi desa bebas stunting," tambahnya.

Acara rembuk stunting tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, Tim kecamatan Pemayung, Ketua BPD beserta Anggota,termasuk bidan desa, kader kesehatan, perwakilan tokoh masyarakat, serta orang tua balita. Melalui forum ini, diharapkan lahir rencana aksi konkret yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di tingkat dusun maupun rumah tangga.

Sebagai informasi, stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis masih menjadi perhatian utama pemerintah pusat maupun daerah. Upaya pencegahan dini melalui perbaikan asupan gizi dan pola asuh dianggap sebagai kunci utama dalam memutus mata rantai stunting demi mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul di masa depan.(**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kepala Desa Ture Tekankan Pentingnya Konvergensi Multi-Pihak dalam Penanganan Stunting demi Generasi Emas

Terkini

Iklan