Jambinow.id – Sebuah bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di RT 05, Embun Sari, Desa Lopak Aur, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, terbakar pada Selasa (11/08/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kebakaran tersebut menghanguskan bangunan madrasah beserta sejumlah perlengkapan belajar yang berada di dalamnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Informasi yang dihimpun di lokasi, api pertama kali terlihat dari bagian atap di sisi samping bangunan madrasah. Dalam waktu singkat, api membesar dan melalap bagian bangunan.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi berupaya melakukan pemadaman secara manual sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Tim pemadam kebakaran kemudian dikerahkan dari dua kabupaten, yakni Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi. Petugas dari wilayah Muaro Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, turut memberikan bantuan dalam proses pemadaman.
“Kami mendapat laporan dari warga dan langsung meluncur ke lokasi. Karena di Kecamatan Pemayung belum ada pos damkar, bantuan datang dari Muaro Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, dibantu Damkar Batanghari,” ujar salah seorang petugas di lokasi.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk melokalisir dan memadamkan api. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh ruang kelas dan sejumlah perlengkapan belajar di dalam madrasah dilaporkan hangus terbakar. Hingga berita ini diterbitkan, total kerugian akibat peristiwa tersebut belum diketahui secara pasti.
Untuk sementara waktu, proses belajar mengajar siswa akan dipindahkan ke tempat lain.
Kepala Madrasah Ibtidaiyah belum dapat dikonfirmasi terkait kondisi bangunan dan kerugian akibat kebakaran tersebut.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pemayung, IPDA Erwin SP, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering.
“Kami mengimbau masyarakat jangan bermain api dan periksa instalasi listrik secara berkala. Musim kemarau rawan kebakaran,” ujarnya.
Imbauan serupa disampaikan Camat Pemayung, Fitter Zein, S.H., M.H. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran secara besar-besaran, baik di lahan maupun di sekitar pekarangan.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Kami berharap warga lebih waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” kata Fitter Zein.
Warga Soroti Belum Adanya Pos Damkar di Pemayung
Peristiwa kebakaran tersebut kembali menyoroti belum tersedianya pos pemadam kebakaran di Kecamatan Pemayung.
Seorang warga RT 05 berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan pembangunan pos pemadam kebakaran di wilayah Kecamatan Pemayung. Menurutnya, keberadaan pos damkar dapat mempercepat respons petugas ketika terjadi kebakaran.
“Kalau ada pos damkar di Pemayung, mungkin apinya bisa lebih cepat dipadamkan. Kami berharap pemerintah daerah segera membangunnya,” ujar warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi masih melakukan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman.(***)
