Jambinow.id – Tradisi lamaran secara adat masih lestari di tengah masyarakat Desa Ture, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi. Prosesi tersebut kembali dilaksanakan dalam rangkaian lamaran Naila dan Hatami, Jumat (25/09/2026).
Dalam prosesi adat tersebut, pihak calon mempelai perempuan diwakili oleh Tokoh Adat Desa Ture, Teguh Utoyo, sementara dari pihak calon mempelai laki-laki,Noprizon. Prosesi berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan di tengahi oleh Kepala Dusun (Kadus) 4 Desa Ture, Kusniran.
Tradisi lamaran adat ini menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi tahapan menuju pernikahan, prosesi tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara kedua keluarga.
Kepala Desa Ture Usman, S.H. menyampaikan bahwa tradisi adat seperti ini merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kami berharap kegiatan adat seperti ini tetap lestari sampai anak cucu dan tidak lekang dimakan zaman. Ini merupakan warisan dari orang-orang tua kita yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Usman.
Menurutnya, pelestarian adat bukan hanya menjadi tanggung jawab tokoh adat, tetapi juga seluruh masyarakat, terutama generasi muda. Dengan terus dilaksanakan, nilai-nilai adat diharapkan tetap dikenal dan dipahami oleh generasi penerus Desa Ture.
Prosesi lamaran tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Tradisi ini sekaligus menjadi bukti bahwa di tengah perkembangan zaman, masyarakat Desa Ture masih mempertahankan adat sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.(**)
